KEWAJIBAN MENCARI DAN MEMBERI RASA AMAN

Oleh: Sayida Royatun Niswah, SST, MPH

Makan dan minum adalah kebutuhan dasar manusia untuk bertahan hidup. Demikian pula rasa aman. Dalam diagram Abraham Maslow, kebutuhan rasa aman menduduki tingkat nomer 2 setelah kebutuhan fisiologis berupa makan, minum, bernafas, dan lain sebagainya.

Artinya rasa aman juga memiliki pengaruh penting bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia. Manusia tidak akan dapat merasakan kehidupan yang nyaman dan berkualitas jika dirinya merasa terancam.

Begitu berartinya rasa aman bagi manusia, hingga Rasulullah Muhammad Saw bersabda, “Tidak akan masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya.”
(Hadits Riwayat Bukhari & Muslim).

Berat sekali ancaman bagi seseorang yang menyakiti atau mengganggu tetangga, sampai-sampai pintu surga tertutup baginya.

Dalam hadist riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.”

Kebutuhan akan keamanan atau keselamatan adalah kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya yang mengancam fisik dan psikologis. Ancaman ini bisa berupa mekanis, kimiawi, retmal, dan bakteriologis.

Maslow menyebutkan
bahwa kebutuhan rasa aman meliputi kebutuhan untuk dilindungi, jauh dari
sumber bahaya, baik berupa ancaman fisik (perang, teror, bencana alam, penyakit, kerusuhan, dll) maupun psikologis (diejek, dihina, direndahkan, dikucilkan, dsb).

Menurut Maslow, orang-orang yang merasa tidak aman akan bertingkah laku sama seperti anak-anak yang merasa tidak aman. Mereka akan bertingkah laku seakan-akan selalu dalam keadaan terancam besar, merasa harus menghindari secara berlebihan terhadap orang asing dan hal-hal baru yang ditemui.

Kedamaian dan rasa aman adalah syarat mutlak bagi tegak dan sejahteranya suatu masyarakat.
Keamanan dan kesejahteraan merupakan dua hal yang berkaitan. Jika tidak ada rasa aman, maka kesejahteraan tidak dapat diraih dan dirasakan. Sebaliknya, jika kesejahteraan tidak terwujud, maka keamanan tidak dapat dirasakan, hingga timbullah kekacauan dan kegelisahan.

Dalam dunia kesehatan, kebutuhan rasa aman dan nyaman sangat diutamakan. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1691/Menkes/Per/VIII/2011, keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman yang meliputi pengkajian risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.

Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKP-RS) tahun 2015 mendefinisikan bahwa keselamatan (safety) adalah bebas dari bahaya atau risiko (hazard). Keselamatan pasien (patient safety) adalah pasien bebas dari harm/cedera yang tidak seharusnya terjadi atau bebas dari harm yang potensial akan terjadi (penyakit, cedera fisik/sosial/psikologis, cacat, kematian dan lain-lain), terkait dengan pelayanan kesehatan.

Pemenuhan kebutuhan keamanan dan keselamatan dilakukan untuk menjaga tubuh bebas dari kecelakaan baik pada pasien, perawat, atau petugas lainnya yang bekerja untuk pemenuhan
kebutuhan tersebut.

Faktor yang mempengaruhi keamanan dan keselamatan
meliputi:
1. Emosi
Kondisi psikis dengan kecemasan, depresi, dan marah akan mudah mempengaruhi keamanan dan kenyamanan.
2. Status Mobilisasi
Status fisik dengan keterbatasan aktivitas, paralisis, kelemahan otot, dan kesadaran menurun memudahkan terjadinya risiko cedera.
3. Gangguan Persepsi Sensori
Adanya gangguan persepsi sensori akan mempengaruhi adaptasi terhadap rangsangan yang berbahaya seperti gangguan penciuman dan penglihatan.
4. Keadaan Imunitas
Daya tahan tubuh yang kurang memudahkan seseorang terserang penyakit.
5. Tingkat Kesadaran
Tingkat kesadaran yang menurun pada pasien koma menyebabkan respon terhadap rangsangan menurun, paralisis, disorientasi, dan kurang tidur.
6. Informasi atau Komunikasi
Gangguan komunikasi dapat menimbulkan informasi tidak diterima dengan baik.
7. Gangguan Tingkat Pengetahuan
Jika memiliki pengetahuan memadai, maka kesadaran akan terjadi gangguan keselamatan dan keamanan dapat diprediksi sebelumnya.
8. Penggunaan Antibiotik yang Tidak Rasional
Antibiotik dapat menimbulkan resisten dan syok anafilaktik.
9. Status Nutrisi
Keadaan kurang nutrisi dapat menimbulkan kelemahan dan mudah menimbulkan penyakit, demikian sebaliknya dapat beresiko terhadap penyakit tertentu.
10. Usia
Perbedaan perkembangan yang ditemukan antara kelompok usia anak-anak dan lansia mempengaruhi reaksi terhadap tingkat nyeri/sakit.
11. Jenis Kelamin
Secara umum pria dan wanita tidak berbeda secara bermakna dalam merespon tingkat nyeri/sakit dan tingkat kenyamanannya.
12. Kebudayaan
Keyakinan dan nilai-nilai kebudayaan mempengaruhi cara individu mengatasi nyeri.

Jadi, untuk mencapai keberhasilan terapi, pasien dan tenaga kesehatan yang merawat harus sama-sama memiliki keyakinan akan rasa aman satu sama lain.

Lebih luas lagi, kebutuhan mendapatkan dan memberi rasa aman harus diusahakan semua insan demi mewujudkan kehidupan yang nyaman, harmonis, dan berkualitas.

“Mari menjadi insan mulia dengan menjaga keamanan sesama”

Sumber: nerslicious.com

Referensi:
Alimul, A. 2010. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi Konsep dan
Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Asmadi,(2008). Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan
Dasar. Jakarta: Salemba Medika.

Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS). 2015. Pedoman Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (Patient Safety Incident Report). Jakarta: Bakti Husada.

Kozier, Barbara. 2008. Fundamental of Nursing, Seventh Edition, Vol.2. Jakarta:
EGC.

Potter & Perry. 2010. Fundamental Keperawatan Edisi 7, Buku 3. Jakarta:
Salemba Medika

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s