Yuk, Pantau Perkembangan Anak Sambil Bermain (Skrining DDST II)

Oleh: Sayida Royatun Niswah, SST, MPH

Bermain adalah dunia yang tak terpisahkan bagi anak.
Bermain adalah cara belajar anak.
Lewat bermain pula anak dapat berolahraga, meningkatkan imun tubuh, menyalurkan perasaan, mendapat kebahagiaan, dan beradaptasi dengan lingkungan sosial.

Pada masa balita, perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial,
emosional, dan intelgensia berjalan sangat cepat. Semua aspek tersebut merupakan landasan perkembangan
selanjutnya dan sebagai penentu sumber daya manusia di masa mendatang.

Perkembangan moral dan dasar-dasar kepribadian juga dibentuk pada masa ini. Oleh karena itu skrining tumbuh kembang anak penting dilakukan agar setiap kelainan atau penyimpangan sekecil apapun dapat terdeteksi dan ditangani dengan tepat sebelum terlambat.

Bagaimana Cara Mengetahui Normal Tidaknya Perkembangan Anak?

Pertama, Ayah Bunda bisa mengajak anak ke klinik tumbuh kembang anak, dimulai sejak bayi berusia 3 bulan.

Disana dokter atau tenaga kesehatan yang bertugas akan menstimulasi anak dengan mengajaknya memainkan benda-benda tertentu, lalu mengamati respon anak dan mengisinya dalam formulir Denver Developmental Screening Test (DDST), kemudian menilai dan menginterpretasikan hasilnya.

Ayah Bunda juga bisa meminta dokter atau petugas kesehatan untuk mengajari bagaimana cara menggunakan DDST. Jika Ayah Bunda sudah memahami caranya, sangat menyenangkan untuk melakukan skrining sendiri di rumah dan memantau tumbuh kembang anak secara rutin.

Apakah DDST itu?

DDST adalah sebuah alat skrining yang mudah
digunakan untuk identifikasi dini bayi atau anak dengan keterlambatan perkembangan. Tes ini memiliki validitas yang tinggi sekaligus mudah dan cepat digunakan karena hanya
membutuhkan waktu 15-20 menit. DDST secara efektif dapat mengidentifikasi 85-100% bayi dan anak
prasekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan.

Kapan Sebaiknya dilakukan Skrining DDST pada Anak?

Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap:

1) Tahap pertama
Secara periodik dilakukan pada semua anak yang berusia:

3-6 bulan

9-12 bulan

18-24 bulan

3 tahun

4 tahun

5 tahun

2) Tahap kedua
Dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap.

Perkembangan DDST

Dalam perkembangannya, DDST
mengalami beberapa revisi, hasil revisi dari DDST tersebut dinamakan DDST II.

Tes DDST II ini terdiri dari 125 item tes yang relevan dengan usia terkait dengan
perkembangan global. Setiap kali skrining, anak hanya diberikan 25-30 tugas.

DDST II memiliki empat aspek perkembangan yang dinilai, yaitu:

1. Personal Social (perilaku sosial)
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi, dan berinteraksi dengan lingkungannya. Ada 25 item yang dinilai.

2. Fine Motor Adaptive (gerakan motorik halus)
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. Ada 29 item yang dinilai.

3. Language (bahasa)

Kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan. Ada 39 item yang dinilai.

4. Gross motor (gerakan motorik kasar)

Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. Ada 32 item yang dinilai.

Apa Saja yang Diperlukan untuk Melakukan Skrining DDST II?

1. Alat peraga: benang wol merah, kismis/manik-manik, peralatan makan, peralatan gosok gigi, kartu/permainan ular tangga, pakaian, buku gambar/kertas, pensil, kubus warna merah-kuning-hijau-biru, dan kertas warna. Penggunaan alat ini tergantung usia kronologis anak saat diskrining, jadi tidak semua digunakan setiap kali skrining.

2. Lembar formulir DDST II

download formulir DDST II disini

2. Petunjuk Pelaksanaan DDST II

Dalam formulir DDST II ada beberapa item yang diberi nomor (1-31). Ini adalah petunjuk pelaksanaan untuk melakukan skrining sesuai nomor yang dimaksud beserta cara penilaiannya.

download petunjuk pelaksanaan DDST II disini

Bagaimana Cara Melakukan Skrining DDST II?

1. Tetapkan umur kronologis anak. Umur kronologis disebut juga umur kalender, yaitu usia sejak bayi dilahirkan sampai saat dilakukan skrining. Gunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun.

2. Jika dalam perhitungan umur kurang dari 15 hari, maka dibulatkan ke bawah. Jika sama dengan atau lebih dari 15 hari, dibulatkan ke atas.

3. Pada formulir DDST II, buatlah garis vertikal (dari atas ke bawah) berdasarkan umur kronologis, memotong garis horisontal yang berisi item/tugas perkembangan yang harus dilakukan.

4. Setelah itu mintalah anak untuk melakukan tugas yang tertera di sebelah kiri dan kanan garis vertikal, meliputi:

  • 3 item yang berada di sebelah kiri garis umur tanpa menyentuh garis umur
  • Semua item yang berpotongan pada garis umur
  • Item di sebelah kanan garis umur tanpa menyentuh garis umur sampai anak gagal

5. Tandai di sebelah kiri masing-masing item yang diujikan dengan huruf:

  • P (passed) jika anak berhasil melaksanakan tugas
  • F (failed) jika anak gagal melakukan tugas
  • R (refusal) jika anak menolak melakukan tugas
  • NO (no opportunity) jika anak tidak memiliki kesempatan untuk melakukan tugas karena ada hambatan, dsb.

6. Tandai di sebelah kanan masing-masing item yang diujikan dengan A (advanced), N (normal), C (caution), dan D (delay).

a. Advanced

Jika anak mampu melaksanakan tugas pada item di sebelah kanan garis umur, lulus kurang dari 25% anak yang lebih tua dari usia tersebut.

b. Normal

Jika anak gagal/menolak tugas pada item di sebelah kanan garis umur, lulus/gagal/menolak pada item antara 25-75% (warna putih).

c. Caution

Jika anak gagal/menolak pada item antara 75-100% (warna hijau).

d. Delay

Jika anak gagal/menolak item yang ada di sebelah kiri garis umur.

Bagaimana Cara Menentukan Hasil Akhir Skrining DDST II?

1. Abnormal

  • Jika didapatkan 2 atau lebih keterlambatan pada 2 aspek atau lebih
  • Jika didapatkan 2 atau lebih keterlambatan pada 1 aspek atau lebih, plus 1 aspek atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada aspek yang sama tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia.

2. Questionalbe (meragukan)

  • Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih.
  • Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia.

3. Untestable (tidak dapat dites)

Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan.

4. Normal

Semua yang tidak tercantum dalam kriteria di atas.

Bagaimana menurut Ayah Bunda, apakah cukup mudah memantau perkembangan anak dengan DDST II?

Segera konsultasikan ke pakar kesehatan anak jika ditemukan indikasi perkembangan abnormal.


Referensi:
Abera, M. et al. 2017. “Relation between Body Composition at Birth and Child Development
at 2 Years of Age: A Prospective Cohort Study among Ethiopian Children.” European
Journal of Clinical Nutrition 71(12): 1411–17.

Adriana, D. (2011). Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain pada Anak. Jakarta: Salemba
Medika.

Barlow, Kate G, and Stacey Reynolds. 2018. “A Mixed-Methods Study Examining
Developmental Milestones and Parental Experiences in Ghana A Mixed-Methods Study
Examining Developmental Milestones And.” 6(2).

Pawar, Manisha N, Nursing Scholar, and M G M College. 2017. “Effect of Stripping of the
Umbilical Cord Blood towards the Baby at Birth on Hematological and Developmental
Outcome in Infants.” 3(50): 506–10.

Sulistyawati, A. (2014). Deteksi Tumbuh Kembang Anak. jakarta: Salemba Medika.

Susilaningrum, R., Nursalam, & Utami, S. (2013). Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak.
Jakarta: Salemba Medika.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s